Fenomenologi
L13Husserl, Heidegger · 1900-an
Pengalaman sadar (lifeworld) sebagai objek kajian; noesis (tindakan sadar) dan noema (objek yang disadari)
Kajian Ilmu Komunikasi · Referensi Akademik
Kompilasi teori dari 9 tradisi komunikasi berdasarkan Littlejohn, Foss & Oetzel (2021) Theories of Human Communication Ed. 13, Griffin (2019), Craig (1999), serta khazanah keilmuan komunikasi Indonesia.
16 teori ditampilkan
| # | Nama Teori / Konsep | Tokoh / Sumber | Tradisi | Era | Fokus Utama | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Fenomenologi | Husserl, Heidegger | Fenomenologi | 1900-an | Pengalaman sadar (lifeworld) sebagai objek kajian; noesis (tindakan sadar) dan noema (objek yang disadari) | L13 |
| 2 | Hermeneutika | Gadamer, Ricoeur | Fenomenologi | 1960-an | Interpretasi teks dan pengalaman melalui lingkaran hermeneutis; pra-pemahaman dan fusi cakrawala | L13 |
| 3 | Etnometodologi | Garfinkel | Fenomenologi | 1967 | Cara anggota masyarakat secara praktis memproduksi dan mempertahankan tatanan sosial sehari-hari | L13 |
| 4 | Analisis Percakapan | Sacks, Schegloff, Jefferson | Fenomenologi | 1970-an | Struktur aturan giliran berbicara (turn-taking), pasangan berdekatan, dan perbaikan (repair) dalam interaksi | L13 |
| 5 | Tindak Tutur (Speech Acts) | Austin, Searle | Fenomenologi | 1962 | Bahasa sebagai tindakan: lokusi (berkata), ilokusi (maksud), perlokusi (efek pada pendengar) | L13 |
| 6 | Coordinated Management of Meaning | Pearce & Cronen | Fenomenologi | 1980 | Makna dan tindakan dikoordinasikan dalam konteks hierarki (konten, hubungan, identitas, budaya) | L13 |
| 7 | Penetrasi Sosial | Altman & Taylor | Fenomenologi | 1973 | Keterbukaan diri berlapis (breadth & depth) mendekatkan hubungan antarpribadi secara bertahap | L13 |
| 8 | Dialektika Relasional | Baxter & Montgomery | Fenomenologi | 1996 | Ketegangan dialektis dalam relasi: otonomi–keterhubungan, keterbukaan–ketertutupan, novelty–predictability | L13 |
| 9 | Manajemen Privasi Komunikasi | Petronio | Fenomenologi | 1991 | Individu mengelola batas privasi dengan aturan (rules), kepemilikan (ownership), dan turbulensi batas | L13 |
| 10 | Konstruksi Sosial Realitas | Berger & Luckmann | Fenomenologi | 1966 | Realitas sehari-hari dibangun melalui habitualisasi, institusionalisasi, dan legitimasi dalam interaksi | L13 |
| 11 | Impression Management | Goffman | Fenomenologi | 1959 | Kehidupan sosial sebagai pertunjukan dramaturgi: panggung depan (front stage) dan belakang (backstage) | L13 |
| 12 | Interaksi Simbolik | Mead, Blumer | Fenomenologi | 1930-an | Makna lahir dari interaksi sosial melalui simbol; self terbentuk melalui 'I' dan 'Me' | L13 |
| 13 | Personal Construct Theory | Kelly | Fenomenologi | 1955 | Individu menafsirkan dunia melalui sistem konstruk personal yang bersifat bipolar | L13 |
| 14 | Teori Naratif Personal | McAdams | Fenomenologi | 1993 | Identitas diri (personal myth) dibangun melalui narasi hidup yang koheren | L13 |
| 15 | Komunikasi Online Relasional ✦ Baru Ed.13 | Walther | Fenomenologi | 1996 | Hyperpersonal model: komunikasi bermedia komputer bisa lebih intim daripada tatap muka | L13 |
| 16 | Teori Penyingkapan Diri Digital ✦ Baru Ed.13 | Bazarova & Choi | Fenomenologi | 2014 | Perbedaan penyingkapan diri di media sosial publik vs. pesan pribadi; norma dan konteks audiens | L13 |
Husserl, Heidegger · 1900-an
Pengalaman sadar (lifeworld) sebagai objek kajian; noesis (tindakan sadar) dan noema (objek yang disadari)
Gadamer, Ricoeur · 1960-an
Interpretasi teks dan pengalaman melalui lingkaran hermeneutis; pra-pemahaman dan fusi cakrawala
Garfinkel · 1967
Cara anggota masyarakat secara praktis memproduksi dan mempertahankan tatanan sosial sehari-hari
Sacks, Schegloff, Jefferson · 1970-an
Struktur aturan giliran berbicara (turn-taking), pasangan berdekatan, dan perbaikan (repair) dalam interaksi
Austin, Searle · 1962
Bahasa sebagai tindakan: lokusi (berkata), ilokusi (maksud), perlokusi (efek pada pendengar)
Pearce & Cronen · 1980
Makna dan tindakan dikoordinasikan dalam konteks hierarki (konten, hubungan, identitas, budaya)
Altman & Taylor · 1973
Keterbukaan diri berlapis (breadth & depth) mendekatkan hubungan antarpribadi secara bertahap
Baxter & Montgomery · 1996
Ketegangan dialektis dalam relasi: otonomi–keterhubungan, keterbukaan–ketertutupan, novelty–predictability
Petronio · 1991
Individu mengelola batas privasi dengan aturan (rules), kepemilikan (ownership), dan turbulensi batas
Berger & Luckmann · 1966
Realitas sehari-hari dibangun melalui habitualisasi, institusionalisasi, dan legitimasi dalam interaksi
Goffman · 1959
Kehidupan sosial sebagai pertunjukan dramaturgi: panggung depan (front stage) dan belakang (backstage)
Mead, Blumer · 1930-an
Makna lahir dari interaksi sosial melalui simbol; self terbentuk melalui 'I' dan 'Me'
Kelly · 1955
Individu menafsirkan dunia melalui sistem konstruk personal yang bersifat bipolar
McAdams · 1993
Identitas diri (personal myth) dibangun melalui narasi hidup yang koheren
Walther · 1996
Hyperpersonal model: komunikasi bermedia komputer bisa lebih intim daripada tatap muka
Bazarova & Choi · 2014
Perbedaan penyingkapan diri di media sosial publik vs. pesan pribadi; norma dan konteks audiens